Sepulang sekolah tadi Arka langsung memasuki kamar nya, melempar tas nya asal dan langsung merebahkan tubuh nya dikasur, ia tak peduli dengan seragamnya yang masih melekat ditubuhnya.
"Arrgghhh! Tadi itu pacarnya? Atau siapanya sih!? Gandengan tangan, rangkulan, terus pulang bareng!?" tanya Arka kepada dirinya sendiri.
Yang Arka maksud adalah Cherry dan Nata. Ya, tadi Arka memang sempat melihat mereka diparkiran saat ingin memasuki mobil. Entah kenapa Arka mulai tertarik dengan gadis itu, padahal ia baru mengenalnya hari ini, eitss mengenal? Tau nama nya saja tidak.
"Gue bener-bener penasaran sama cewek itu, apalagi sama namanya. Jujur sih, dia itu emang cantik tapi songong nya minta ampun!"
"Ah iya, gue suruh Nando sama Raffa aja buat bantuin gue," ucap Arka yang langsung mengambil iphone nya dari saku celana.
Arka langsung membuka chat grup yang dibuat oleh Nando yang berisikan 3 anggota yaitu Raffa, Nando dan dirinya. Yang diberi nama 'Ghibah yuk say' memang sangat menjijikan bagi Arka, tapi memang seperti itu lah kelakuan temannya.
*Chat Grup On*
ArkaAdhitama: "Woy!!"
Ketik Arka singkat, dan tak lama kemudian mendapatkan balasan dari Nando.
NandoGans: "Ada apa babang Arka?"
ArkaAdhitama: "JIJIK GUA!"
Raffasya: "Gue lebih jijik, anj mau muntah gue,"
NandoGans: "Elahhh lo berdua baper amat! Kasihanilah hambamu ini ya Allah..."
Tanpa menggubris perkataan Nando, Arka langsung dengan cepat mengetik pesan berikutnya.
ArkaAdhitama: "Gue mau minta tolong,"
Raffasya: "Minta tolong apaan?"
ArkaAdhitama: "Bantuin gue buat cari tau nama cewek yang tadi dikantin!"
NandoGans: "Wahh si abang sepertinya mulai tertarik dengan anak Angkasa,"
Raffasya: "Gila lo ka! Baru sehari lo sekolah di SMA Angkasa udah ngincer cewek aja lo!"
ArkaAdhitama: "Jangan salahin gue! Salahin cewek nya lah!"
Raffasya: "Hah? Maksud lo?"
ArkaAdhitama: "Ya siapa suruh Cantik!"
NandoGans: "Anjirrr gila lo, dia itu punya gue!"
Saat Arka membaca balasan dari Nando, Arka langsung membulatkan matanya.
ArkaAdhitama: "Lo mau gue kubur hidup hidup?!"
NandoGans: "Selow nyet, gue masih jomblo masih mau idup. Gue juga bercanda doang kale!"
Raffasya: "Gue sih cuma tau kalau dia itu anak 11 IPA-2,"
ArkaAdhitama: "Gue besok harus ke kelas nya, kira kira gue harus kasih apa ya?"
NandoGans: "Kasih hatimu aja udah cukup kok bang
ArkaAdhitama: "Anjir! Najis lu Nan!"
Raffasya: "2 in."
*Chat Grup Off*
Tak ingin menjadi gila, Arka pun keluar dari obrolan tersebut. Sungguh! Jika saja itu bukan teman nya mungkin sudah dikubur hidup hidup oleh Arka.
Merasa badan nya sudah sangat lengket, Arka langsung mengambil handuk dan membersihkan tubuh nya agar kembali segar.
******
"Baaanggg! Bang Nataaaa! Bukain pintunyaaa!" teriak Cherry dari luar kamar Nata.
"Apasih dekk, lo tu ganggu gue tidur aja!" balas Nata dari dalam kamar dengan suara serak khas bangun tidur.
"Kalau nggak dibukain Cherry marah lagi nih!" ancam Cherry, dan hal itu membuat Nata berdecak kesal didalam sana.
"Iyaya bentaarr!" sahut Nata yang langsung bangkit dari kasurnya yang empuk.
Cklek
Nampak lah seseorang yang berdiri dengan wajah tampan khas orang bangun tidur, rambut yang berantakan, dan hanya mengenakan celana boxer. Sungguh sangat memikat hati wanita. Patut saja jika kakak nya ini menjadi most wanted, dan incaran para wanita.
Tanpa pikir panjang dan menunggu aba aba dari sang pemilik kamar, Cherry pun langsung masuk begitu saja.
"Lo mau ngapain sih kesini!?" sewot Nata.
"Gue mauuu, mm apa ya?" pikir Cherry sambil menaruh jari telunjuknya di dagu.
"Duhhh, kalau gak penting mending lo keluar deh, ngapain juga ganggu-ganggu gue tidur kalo lo cuma mau gini doang. Ohh atau lo mau gue manjain?" goda Nata.
"Ihhh apaansih bang!" balas Cherry menatap Nata jengah, ia memang ingin masuk ke kamar Nata karena ada suatu hal yang ingin ia cari tadi, tapi entah kenapa dirinya bisa lupa.
Tiba-tiba saja, terselip ide jail diotak Nata, dia sudah lama tak pernah menjaili adiknya ini. Tanpa pikir panjang Nata pun langsung menggendong adiknya keluar kamar dan menuruni tangga.
Cherry yang terkejut pun langsung berteriak sangat kencang, ia memukul-mukul d**a bidang Nata. "Aaaaa bang Nataaaa, turuniinnn gueeee! Atau Gue gigit lo!!" ancam Cherry.
"Nggak! Nggak akan gue turunin lo! Gue ceburin ke kolam renang hahahaha!"
"Ngggaaaakkk! Gue udah habis mandi cantik gini mau lo ceburin ke kolam?!"
Teriak Cherry saat dirinya dan Nata sudah sampai diambang pintu menuju kolam. Untuk menghentikan aksi kakak nya itu, Cherry langsung menggigit lengan Nata cukup keras.
"Awww sakit woy!" spontan Nata pun langsung melepaskan gendongannya begitu saja, dan membuat Cherry seketika jatuh dengan sempurna ke lantai.
"Awww b****g gueee!!" teriak Cherry merintih kesakitan.
"BANG NATAAA! GUE ADUIN KE MAMA LO YA!!" ancamnya.
"SAKIT TAU GAK!"
"t*i LO BANG!"
"F*CK YOU!"
Bertubi-tubi u*****n dan teriakan yang dilontarkan Cherry kepada Nata. Nata yang melihat adik nya jatuh, langsung membantunya untuk berdiri.
"Suara lo Astagaaa! b***k gue dengerinnya tau gak!" Nata malah mengomel bukan meminta maaf.
"Biarin! b****g gue sakit banget, gue aduin ke mama lo, biar uang jajan lo dipotong!" ancam Cherry lagi.
"Jangan dong!"
"Ada apasih ini ribut ribut?" tanya Sinta yang tiba-tiba datang melihat perdebatan kedua anaknya itu.
"Ini nih ma! Si bang Nata jail banget sama Cherry! Masa Cherry mau diceburin ke kolam, terus Cherry malah dijatuhin di lantai!" jelas Cherry panjang lebar, kekesalannya memuncak sampai ke ubun-ubun.
"Nata, kenapa kamu sampai kayak gitu sama adik kamu?" tanya Sinta pada Nata.
"Nata tadi cuma iseng doang ma, coba aja tadi lo gak gigit tangan gue, lo bakalan jatuh ke air bukan ke lantai!," balas Nata membela dirinya sambil melirik kearah Cherry.
"Tau ah! Males gue sama lo! Pokoknya mama harus potong uang jajan dia!" ucap Cherry.
"Enak aja lo ngatur ngatur uang jajan gue!" balas Nata tak terima.
"Biarin! Ya maaaa, please yaaaaa." ucap Cherry memohon, sambil menyatukan kedua tangannya didepan d**a.
"Iya! Mama bakal potong uang jajan Nata dan uang jajan kamu juga," ucap Sinta dengan tegas, membuat Nata dan Cherry melotot mendengarnya.
"Hah?! Kok Cherry juga sih ma!?" protes Cherry tak terima.
"Ya biar kalian bisa akur, kalau kalian tetap berantem terus, mama nggak akan kasih kalian uang sepeser pun," ancam Sinta.
"Mama kok gitu sih? Kan bang Nata yang salah, kenapa Cherry juga ikutan kena?" protes Cherry.
"Gapapa Ma, biarin aja si Cherry juga ikutan kena, biar Nata ada temen 'kere' nya di sekolah," balas Nata menyeringai.
"Apaan sih lo!"
"Cherry! Tetap protes? Atau Ma...." ucapan Sinta terpotong.
"Iyaiyaiya!" balas Cherry sebal.
Cherry pun langsung berjalan menuju kamar nya dengan wajah yang ditekuk, kaki yang dihentak hentakkan dan mulut yang masih terus medumel.
Sedangkan Nata tidak begitu keberatan karena Cherry juga ikut dipotong uang jajan nya.
Sinta hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap kedua anak nya yang bisa dibilang 'jarang akur'.
*****
Arka berjalan menuju kelas nya melewati koridor sekolah. Banyak pasang mata yang tengah melihat dirinya dengan tatapan kagum. Bagaimana tidak? Dia adalah laki-laki yang memiliki wajah tampan, alis tebal, mata yang tajam, hidung mancung, rahang kokoh, berkulit putih dan tubuhnya yang proporsional.
Banyak siswa siswi yang tengah membicarakan Arka, apalagi para kaum hawa.
"Ehh itu anak baru ya? Yang baru pindah kemarin?"
"Ya ampun ganteng banget sihhh,"
"Nama nya Arka Pradipta Adhitama, anak kelas 11 IPS-2,"
"Kayaknya ini bakalan jadi saingannya Kak Nata deh,"
"Dia emang ganteng tapi aku tetap pada Kak Nataaa,"
"Cool banget gila tuh cowok,"
"The most wanted bangettt kan?"
Dan sekiranya begitulah omongan para murid yang terdengar di telinga Arka, namun Arka hanya cuek, ia menganggapnya hanya angin lewat.
"Arka!" panggil seseorang.
Merasa nama nya dipanggil Arka pun langsung menoleh ke asal suara.
"Etdahhh, main tinggalin gue aja lo!" ucap Raffa yang kini sudah berdiri dihadapan Arka, Raffa terlihat ngos-ngosan.
"Lagian lo tuh jalan udah kek siput!" ejek Arka.
"Alahh, bilang aja lo ninggalin gue biar lo bisa tebar pesona sama cewek cewek di sekolah ini kan?" tanya Raffa.
"Nggak! Tanpa gue tebar pesona mereka udah tergila gila sama ke gantengan gue," ucap Arka menyombongkan diri.
"Yayaya Mr. Adhitama," sindir Raffa.
Raffa lebih memilih mengalah, karena dia tau jika penggemarnya memang tak sebanyak penggemar Arka.
"Gue masuk kelas duluan, dan gue ingetin sama lo, jam pertama pelajarannya Pak Trisman guru IPS paling killer," ucap Raffa mengingatkan.
"Gue gak takut, udah lo masuk aja duluan," jawab Arka enteng.
"Oke terserah lo, belum pernah aja nyobain ceplesan nya, bisa langsung amnesia lo! Apalagi kena hukuman jongkok keliling lapangan, peyok juga tu badan!" ucap Raffa memperingati, karena dulu ia pernah memakan cireng bersama Nando saat jam pelajaran di dalam kelas dan nasib nya saat itu tidak terselamatkan.
"Oke, tenang aja."
******
Bel istirahat pun berbunyi, membuat para siswa berhamburan menuju kantin.
Termasuk ketiga gadis cantik ini Cherry, Nesya, dan Salsa.
"Bentar ya, gue mau ke kelas nya Kak Nata dulu," pamit Cherry pada Nesya dan Salsa.
"Lah mau ngapain?" tanya Nesya bingung.
"Mau minta uang jajan gue." balas Cherry.
"Bukannya lo udah dapet bagian sendiri?"
"Gue lagi dihukum sama Mama, gue harus akur terus sama Kak Nata, kalau nggak nanti gue gak bakalan dapet uang jajan sepeser pun, kan jahat banget," jelas Cherry panjang lebar.
"Yaudah kita anterin," tawar Salsa.
"What? Kita? Kalian berdua aja deh ya, gue males ketemu sama Nata de coco," balas Nesya.
"Nggak papa kok, udah biar gue sendiri aja yang kesana. Kalian duluan aja nanti gue nyusul," ucap Cherry.
"Beneran gapapa nih Cher? Ya udah kita duluan ya, oh iya biar nggak kelamaan lo gue pesenin sekalian deh, mau pesen apa?" tanya Salsa.
"Kayak biasanya aja,"
"Okeee, bye Cherryyy!! Awas loh ntar kalo ketemu sama penunggu sekolah yang ganteng!" seru Salsa, namun Cherry hanya bergumam menanggapinya.
Setelah itu Cherry pun langsung pergi menuju kelas Nata. Sungguh sangat merepotkan.
"Hufftt, jauh amat sih kelas nya bang nata! Pegel ni kaki gue, bisa bisa taun depan baru nyampe!" kesal Cherry.
BRUKKK!
Cherry tak sengaja ditabrak oleh seorang perempuan.
"Aduhhh, kalau jalan pake mata dong! Sakit nih kaki gue!" dumel Cherry pada seseorang yang menabraknya.
"Aduhh...kak maaf ya kak...aku bener bener nggak sengaja... Maaf banget ya kak," ucap seorang gadis yang sepertinya itu adik kelas Cherry.
"Yaudah gapapa, lain kali hati hati!" balas Cherry.
"Iya kak, sekali lagi maaf," ucap gadis itu lagi, dan langsung pergi meninggalkan Cherry sendirian.
"Untung gue sabar!"
Tiba tiba saat Cherry ingin berdiri dan membersihkan rok nya yang kotor, ada tangan yang terulur didepan wajahnya.
"Sini gue bantuin," ucap seseorang itu.
Saat Cherry mengangkat kepala nya, tiba tiba dia terbelalak kaget.
"Elo?!"
"Udah gak usah pakek adegan kaget kagetan segala! Pegel nih tangan gue!" ucap seseorang itu.
Dengan ragu ragu Cherry pun menerima uluran tangan laki-laki itu, dan orang itu adalah Arka.
"Mangkanya jadi cewek itu jangan kebanyakan gaya kalo jalan! Jatuh kan lo!," kata Arka pada Cherry.
"Idih siapa juga yang kebanyakan gaya! Yang ada elo tuh yang sok kegantengan!" balas Cherry.
"Emang gue ganteng," sahut Arka dengan pede nya.
"Ihh amit amit deh, udah deh gue males liat muka lo! Mending gue pergi!" ucap Cherry dan langsung pergi meninggalkan laki-laki itu.
Baru satu langkah Cherry berjalan, tiba-tiba saja dia langsung terpeleset karena ada kulit pisang yang entah sejak kapan ada disana.
"Aduhh siap siap deh b****g gue!" batin Cherry sambil memejamkan matanya.
Tetapi Cherry tidak merasakan sakit ditubuhnya, dia malah merasakan ada seseorang yang menangkap tubuhnya.
Saat Cherry membuka kedua matanya, terjadilah aksi tatap menatap selama beberapa detik antara keduanya, tak lama kemudian akhirnya mereka sama-sama tersadar.
"Kan udah gue bilang! Mangkanya kalau jadi cewek itu jangan sok!" ucap Arka.
"Ap..apaansih lo!" balas Cherry kesal.
Merasa dirinya masih berada didalam pelukan laki laki menyebalkan ini, ia langsung menjauhkan dirinya dari Arka.
"Udah lepasin! Gausah cari cari kesempatan dalam kesempitan ya lo!" ucap Cherry ketus.
"Idihh dasar! Masih untung ditolongin, makasih kek apa kek!" balas Arka.
"M a k a s i h ! Udah! Puas lo?!" tanya Cherry sewot.
"Oke gue terima ucapan makasih lo, ya... walaupun lo nya nggak ikhlas," ucap Arka santai.
Cherry yang mendengarnya langsung dengan cepat membalikkan badan nya, dia tak ingin berlama lama berdebat dengan lelaki menyebalkan itu.
Beberapa detik kemudian Arka teringat akan sesuatu.
"Woy, nama lo siapa?!" teriak Arka.
"Gue gak punya nama!"
"Ohh gak punya nama? Ehh ya kali gak punya nama," ucap Arka.
"Bisa bisa sampai lebaran monyet juga gak bakalan kelar debatnya!" ucap Cherry yang mulai berjalan menjauh dari Arka.
"Lagian siapa sih yang buang kulit pisang disitu! Emang ya lama lama ni sekolahan jadi punya nya monyet!" kesal Cherry.
Arka yang melihatnya hanya menggeleng gelengkan kepalanya sambil tersenyum tanpa arti.
"Untung cantik," gumam Arka pelan.
******
Kringgggg
Bel masuk telah berbunyi, para siswa yang telah selesai mengisi perutnya langsung bergegas memasuki kelas nya masing masing.
"Yahhh kan, udah bel duluan dan gue belum sempet makan! Ini gara gara gue ke kelas nya Bang Nata dan ternyata Bang Nata nya nggak ada di kelas! Rugi perjalanan seribu mil gue!" kesal Cherry.
"Cher! Lo dari mana aja? Lama banget? Ini batagor lo gimana?" tanya Nesya yang berpapasan dengan Cherry di dekat kantin.
"Tadi aslinya gue mau nganterin batagor lo ke kelas, tapi udah keburu bel," ucap Nesya.
"Udah gapapa deh, gue juga udah gak nafsu makan! Batagor nya kasih aja ke orang lain, besok uang lo gue ganti," ucap Cherry.
"Gapapa kok gausah diganti uang nya, ini batagornya biar gue kasih ke adek kelas yang lagi jamkos dikantin," balas Nesya.
"Oke thanks ya,"
Nesya pun menganggukkan kepalanya dan langsung kembali ke kantin.
"Oh iya emang nya lo tadi dari mana aja?" tanya Salsa.
"Nanti aja deh gue ceritain, nungguin Nesya sekalian. Karena gue nggak mau cerita 2 kali," ucap Cherry.
"Oke deh," balas Salsa.
*****