3. Taman Belakang Sekolah

1111 Kata
"Nyebelin banget sumpah tuh cowok tadi! Pengen gue cakar-cakar muka nya!" ucap Cherry dengan segala kekesalannya. "Udah deh Cher, lo dari tadi bahas dia mulu, awas lama-lama lo jadi suka lo, terus jadiaaaaannn." goda Nesya. "Idih, gue? Suka? Sama dia? Ogah banget! Mending gue pacaran sama tembok dari pada sama dia!" jawab Cherry, terlihat benar-benar tidak suka dengan cowok tadi. "Gue bener-bener gak nyangka kalo lo bisa ngomong kayak gitu ke anak baru tadi, dan siapa tadi namanya? Raka? Rak? Arak? Siapa sih?" tanya Salsa mencoba mengingat namanya. "Arka!!" ucap Cherry sedikit berteriak. Salsa dan Nesya yang mendengarkan jawaban Cherry barusan, sontak menatap Cherry tak percaya. Cherry yang melihat kedua temannya sedang menatapnya seperti itu, berusaha untuk mengubah raut wajah nya yang tadinya panik menjadi biasa saja. "Acieeee, sans aja dong mba jawabnya, ngegas amat mba nya," goda Salsa. "Ap..apaan sih lo!" ucap Cherry gelagapan. "Udah ah gue mau cari angin, bosen dikelas jamkos sama dengerin celotehan kalian berdua," lanjut Cherry sambil beranjak dari tempat duduknya. "Yahhh si buah Cherry ngambek," celetuk Nesya. Cherry langsung meninggalkan kedua sahabatnya keluar kelas. Sungguh! ia sangat malas mendengarkan segala macam godaan dari kedua sahabatnya itu. ****** "Semua guru pada kemana sih?" tanya Arka saat menyadari karena sedari tadi tak ada guru yang masuk. "Rapat, jadi kita mulai sekarang sampai nanti jam pulang freee!" jelas Nando bersorak sorai. "Yaudah, gue males dikelas. Gue mau jalan jalan ke sekitar sekolah, biar gue hafal seluruh sudut ruangan di sekolah ini, kalian ngikut gak?" tanya Arka. "Aduhh sorry banget nih Ka, gue kekenyangan banget habis makan bakso tadi," balas Raffa sambil mengelus-elus perutnya yang membuncit. "Lo Nan?" tanya Arka pada Nando. "Gue juga gak bisa nemenin lo nih, sumpah gue ngantuk banget, sorry ya," balas Nando juga, cowok itu langsung melipat kedua tangannya diatas meja dan menenggelamkan kepalanya disana. Arka mendengus, "Dasar ngeles aja lo berdua kek bajay," Arka pun langsung pergi dari hadapan Raffa dan Nando. ***** Arka berjalan dikoridor sekolah yang bisa dibilang sepi, karena mungkin semua siswa menggunakan waktu jamkos ini untuk dikelas saja atau pergi ke kantin. "Luas juga ni sekolahan, gue sampe capek dari tadi muter muter gak jelas nyariin jalan buat ke halaman belakang sekolah," keluh Arka. "Nahh kayak nya itu tuh, gue capek mau rebahan," lanjutnya sambil berjalan kearah gerbang kecil yang akan membawanya ke halaman/taman belakang sekolah. Setelah sampai di halaman belakang, Arka langsung bersandar di pohon besar yang cukup rindang. Arka merasakan terpaan angin yang membuat kantuk menyerang dirinya, ia sangat menikmati terpaan angin itu dan beberapa menit kemudian pun Arka tertidur. Cherry baru saja menginjakkan kakinya ditaman belakang ini, ia menghentak-hentakkan kakinya dengan kesal. "Aaaaa mamaaaa, Cherry sebel sama tu cowok!" kesal Cherry yang sedang mendengarkan lagu lewat earphone nya. Ia berjalan mendekat ke arah pohon besar, lalu ia menyandarkan tubuhnya dipohon itu. "Bayangin aja kalo ini pohon itu dia! Gue cabik gue cakar gue makan juga tuh orang!" kekesalan Cherry meluap luap. Sambil memukul mukul pohon yang sedang disandarinya. Tiba tiba Cherry merasakan ada sesuatu yang aneh ditangannya, ia menoleh perlahan kearah tangannya itu, seketika saja matanya mendelik saat melihat ada ulat yang menempel ditangannya. "AAAAAAA! MAMAAAAAAA!!!Tolongin Cheryyyy!!!" teriak Cherry histeris, ia menangis ketakutan. Mendengar suara teriakan itu, langsung membuat Arka terbangun dari tidurnya. Suara lengkingan itu begitu keras, mengalahi suara lengkingan emak-emak yang sedang menagih hutang. Arka pun langsung berdiri dan mencari tahu dimana sumber suara itu. "Maamaaaa!!!" Cherry masih menangis ketakutan, ia kejer sendiri. "Ehh lo kenapa sih?! Ganggu tidur gue aja lo!" Arka membalas ketus, saat tau siapa yang sudah berteriak dan mengganggu tidurnya. Cherry tidak membalas pertanyaannya, gadis itu terlalu takut dan panik, ia masih terus menangis sambil menyebut-nyebut Mamanya. Arka kebingungan, sebenarnya apa yang telah terjadi pada gadis itu. Ia pun langsung melihat kearah tangan Cherry, dan benar saja kenapa gadis itu bisa menangis ketakutan, ternyata ada ulat pohon yang menempel ditangannya. Arka pun akhirnya mendekat. "Lo diem dulu, biar gue ilangin ulet nya," perintah Arka. "Gue takuuutttt, cepetan ilangin! Buruaaaan!" "Gimana gue mau ngilangin kalo tangan lo dari tadi gerak gerak terus?!" geram Arka. "Ini gue udah diem! Udah buruan ilanginnnn!" teriak Cherry sambil menutup kedua matanya. Arka yang melihatnya langsung dengan cepat membuang ulat itu, dan untung itu bukan ulat gatal. "Udah gue buang," ucap Arka dengan datar. Mendengar itu Cherry langsung membuka kedua matanya, dan langsung bersikap biasa saja. "Thanks," ucap Cherry kembali memasang wajah jutek. "Gitu doang?" tanya Arka. "Ya iyalah, terus lo mau minta apa?" Arka terlihat sedang berfikir sebentar. "Mm nggak jadi deh." Tiba-tiba saja terselip ide jail diotak Arka. Arka pun langsung tersenyum jail kepada Cherry, membuat gadis itu menatap was-was kearahnya. "Lo kenapa? Apaansih senyam senyum kek gitu, lo jangan macem macem ya!" ancam Cherry. "Nihhh ulett...." seru Arka dan langsung mendapatkan teriakan dari Cherry. "Aaaaaaaa! pleaseee jangan gitu dong! Gue geli bangeetttt! Sumpah! Gak bohong!!" teriak Cherry. Arka tertawa puas, padahal ia hanya menipu gadis itu dengan rumput yang menyerupai ulat. "Mamaaaa! tolongiiinnnn!" Cherry lagi-lagi berteriak dan merengek meminta bantuan. Merasa tak tega dengan gadis itu, akhirnya Arka langsung mengambil rumput itu dari bahu Cherry. "Cuma rumput doang! Lo takut?" tanya Arka. Saat menyadari bahwa itu hanyalah rumput, mata Cherry langsung menyemburkan api kemarahan kepada Arka. "Iiihhh lo tuh ya! Nyebelin banget jadi cowok! Sebenernya lo tuh siapa sih!? Lo anak baru kan? Awas aja lo ya!!" ucap Cherry penuh dengan amarah. "Gue? Gue Arka! Dan yaa gue emang anak baru disini, dan satu lagi. 'Gue kayak nya mulai tertarik sama lo'," Arka menyeringai. Saat Arka melihat raut wajah kaget dari gadis itu, Arka pun langsung pergi dari tempat itu, meninggalkan Cherry sendirian. Ia memasukkan kedua tangannya didalam saku celana. Tak disangka kedua sudut bibir Arka terangkat, mencetak senyum kemenangan. "Baru digituin aja udah bungkam," gumam Arka yang sudah tak terlihat lagi dihadapan Cherry. "Apa dia bilang tadi? Tertarik? Sama gue? Ewhhh jijik gue, najong! dasar cowok sok kecakepan!" teriak Cherry dan langsung meninggalkan tempat itu juga. ****** Bel pulang sekolah telah berbunyi sejak 10 menit yang lalu, dan Cherry tak mendengarnya, karena ia tadi berada di halaman belakang sekolah bersama cowok menyebalkan. "Udah sepi aja ini kelas, Nesya sama Salsa juga udah gak ada? Gue ditinggal dong!? Parah." decak Cherry sebal. Saat Cherry sudah mengambil tas nya dan bergegas ke parkiran, tiba-tiba saja di depan kelasnya ada seseorang yang menunggunya. "Cherr, lo dari mana aja sih? Gue nungguin lo daritadi," ucap Nata. "Bang Nataaa! Cherry badmood banget hari ini," keluh Cherry kepada Nata. "Emang kamu hari ini habis ngapain?" tanya Nata. "Nggak bisa dijelasin! intinya Cherry seballll!! Bang Nata tadi pagi bilang kan kalau mau beliin Cherry coklat sama es krim?" tanya Cherry mengingatkan Abangnya itu. Seketika ingatan Nata kembali pada kejadian tadi pagi. Bahwa tadi pagi adik nya ini sedang merajuk kepadanya. "Iya gue beliin, tapi lo jangan cemberut gini dong," ucap Nata sambil mengelus puncak kepala Cherry. "Yaudah, ayo kita pulang." ajak Nata sambil menggandeng tangan Cherry. Nata dan Cherry pun langsung bergegas menuju parkiran, Nata yang merangkul Cherry sudah seperti dua orang yang ber-pacaran. Banyak yang mengira jika mereka berdua ini pacaran padahal mereka adalah kakak beradik yang jarang akur. *****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN