Jam sudah menunjukkan pukul tujuh lebih sepuluh menit, semua siswa dan siswi yang tadinya masih berkeliaran diluar kelas, kini sudah pada masuk kedalam kelasnya masing-masing. Tetapi, disini, dikelas 11 IPS 2 masih ramai bukan main, sudah seperti pasar yang ramai pembeli.
"Raf! Si Arka pindah nya sekarang kan?" tanya seorang cowok berambut agak kecoklatan itu kepada temannya yang bernama Raffa.
"Iya, mungkin dia masih otw masuk kelas." jawab Raffa menanggapi pertanyaan cowok yang bernama Nando.
Percakapan antara kedua pemuda itu terhenti karena ada guru dan seorang lelaki tinggi dan berwajah ganteng masuk kedalam kelas. Suasana kelas yang tadinya ramai kini mendadak hening seketika.
"Pagi anak anak," ucap seorang guru paruh baya.
"Pagi buuu.." jawab mereka serentak.
"Hari ini kita kedatangan murid baru, silahkan perkenalkan diri kamu," perintah guru itu, mempersilahkan anak baru itu untuk memperkenalkan dirinya.
"Hai, Kenalin nama gue Arka Pradipta Adhitama, gue pindahan dari SMA Buana and Hai Girls ;)" ucap seorang anak baru itu, namanya adalah Arka.
Dan hasil dari perkenalan itu membuat para kaum hawa di kelas 11 IPS-2 meleleh dibuatnya, banyak yang terpesona dengan ketampanan Arka, bahkan semua cewek yang ada disini tidak ada yang berkedip sedari tadi, semuanya melongo sambil gigit jari.
Dan Bu Runi yang melihatnya hanya bisa geleng geleng kepala.
"Baiklah Arka, kamu bisa duduk di sebelah Raffa," ucap Bu Runi sambil menunjuk ke arah bangku yang kosong.
"Baik bu, terima kasih," ucap Arka dan langsung pergi menduduki kursinya.
"Woyyy, akhirnya kita bertiga bisa ketemu lagi!" seru Raffa yang langsung ber 'tos' ria dengan jurus andalan mereka yang sudah lama tak digunakan.
Jangan heran kenapa mereka bertiga langsung akrab, karena mereka adalah sahabat dari SMP, dulu mereka 1 sekolahan, tapi karena Arka lebih memilih melanjutkan SMA disekolah lain jadinya mereka berpisah, tapi takdir mempertemukan mereka kembali.
"Lo belum cerita ke gue nyet kenapa lo bisa pindah kesini," ucap Nando sedikit berbisik.
"Dasar kudet lo!" balas Arka dan Raffa secara bersamaan.
"Hm gini ini nih, kalo kalian berdua udah ketemu, pasti gue jadi korban bullying lo lo pada. Gue sebenernya sahabat kalian atau bukan sih!?" tanya Nando sambil sesekali melirik ke arah Bu Runi yang sedang menerangkan pelajaran.
"Bukan." ucap Arka dan Raffa dengan santainya, wajahnya santai se santai hidup para pembaca. Nando menggeram mendengarnya.
"DASAR MONYET LU BERDUA!" teriak Nando keceplosan, cowok itu langsung menutup mulutnya dengan tangan, ia merutuki dirinya sendiri karena telah membuat semua mata tertuju padanya.
"NANDO! Kenapa kamu berteriak seperti itu?" tanya Bu Runi dengan tatapan tajam.
"Ngg..nggak bu.. Sa..saya cuma latian vokal buat pentas seni kok," balas Nando asal.
"Mana ada latihan vokal teriak-teriak kayak gitu, sudah tau suara kamu jelek, masih aja dipamerin." ucap Bu Runi mengejek Nando.
"Lohhh Ibu jangan salah, gini-gini saya itu anak band loh Bu.." sahut Nando.
"Anak band dari hongkong?! Sudah diam, jangan teriak-teriak lagi. Dan jangan ngaku-ngaku jadi anak band, kalau pun itu memang cita-cita kamu, lebih baik kamu urungkan saja." ujar Bu Runi, membuat anak anak seisi kelas menahan tawanya.
Nando mendengus, ia sebenarnya kesal, tetapi ia tutupi saja. "Iya bu..." balas Nando setelahnya.
"Hmmffttt, rasain lo jadi orang mangkanya jangan kebanyakan bacot," ucap Arka sambil menahan tawa nya.
"Apa yang kalian lakukan ke aku itu jahat!" ucap Nando sok dramatis.
"Najis!" Balas Raffa dengan wajah nya yang geli melihat kelakuan Nando, ingin muntah rasanya.
******
Jam istirahat pun tiba, waktu dimana para siswa siswi SMA Angkasa mengisi perut nya yang kelaparan.
"Kantin yuk, perut gue udah gak bisa diajak toleransi nih," Ajak Nesya dan Salsa.
"Ayo gue juga udah laper banget," balas Cherry.
Dan mereka bertiga pun langsung pergi menuju kantin yang kini sudah ramai oleh banyak murid. Banyak murid yang berdesak-desakan untuk mengantre membeli makanan distand kantin.
"Lo mau pesen apa? Biar gue yang pesenin," tawar Nesya kepada kedua sahabatnya.
"Gue batagor sama es jeruk," ucap Cherry.
"Kalo gue siomay sama es jeruk," ucap Salsa.
"Oke..." Nesya langsung pergi untuk memesan makanan.
"Ehh iya Sal, lo tadi mau ngomong apa?" tanya Cherry saat mengingat kejadian tadi pagi yang sempat terpotong.
"Oh iya, jadi gini. Gue tadi dateng nya kan agak telat, nah pas gue lewat di depan kantor guru, gue liat ada cowok ganteng banget Cher, dan gue gak pernah liat dia sebelumnya. Kayak nya sih dia anak baru," jelas Salsa panjang lebar.
"Yaelah,, kirain apaan," balas Cherry acuh.
"WHAT?! respon lo cuma gitu doang!?" pekik Salsa sambil memelototkan kedua matanya.
"Yaiyalah emang gue harus bilang 'wow' gitu?" tanya Cherry.
"Ini guys pesenan lo pada," Nesya datang sambil membawakan nampan yang berisi pesanan mereka.
"Thanks Sya," ucap Cherry dan Salsa secara bersamaan.
"Okey, ehh kayaknya kalian tadi lagi ngomongin sesuatu deh, iyakan?" tanya Nesya menebak.
"Iya, gue lagi nyeritain cowok baru yang gans, tapi respon nya si Cherry B aja," jawab Salsa sambil memakan siomay nya.
"Anak baru?! Itu bukan?" tanya Nesya sambil melihat ke arah keramaian yang tak jauh dari tempat duduknya.
Salsa dan Cherry pun langsung mengedarkan pandangannya, dua detik setelah itu, mereka sama-sama menemukan objeknya.
"Nahh iya itu bener! Ganteng kan?" tanya Salsa dengan exited.
"Keliatan banget kalo dia itu playboy, buktinya dia tepe tepe ke semua cewek," ucap Cherry mengalihkan pandangan dan melanjutkan memakan batagor nya.
"Hustt kalo ngomong jangan keras-keras ntar dia denger bisa berabe urusannya Cher." peringat Nesya pada sahabatnya itu.
"Kenapa emang? Dia emang keliatan playboy! Cap kadal! Ganteng dari mananya coba?!" Cherry malah makin mengeraskan suaranya, membuat Nesya dan Salsa gupuh sendiri.
Tak lama kemudian, tiba-tiba saja seorang cowok yang baru saja mereka bicarakan datang. "Sok tau banget lo bilang bilang kalo gue itu playboy," ucap seorang pria yang sedang berdiri dihadapan Cherry, cowok itu menatap Cherry sambil menumpu kedua tangannya diatas meja.
Cherry yang mendengarnya langsung mengangkat wajahnya ke asal suara.
"Uhuk...uhuk..uhukk..," Cherry mendelik, ia tentu saja kaget melihat kehadiran cowok itu.
"Minum dulu cher, pelan pelan," ucap Nesya dan langsung menyodorkan minuman ke Cherry.
"Kenapa? Kaget? Ngeliat orang yang lo ghibahin barusan langsung ada dihadapan lo?" tanya Arka dengan wajah datar.
"Siapa sih lo!? Kurangajar banget! Lo mau bikin gue mati keselek hah!?" amuk Cherry dengan emosi yang membara.
"Lah kok gue sih yang kurangajar, kan lo duluan yang ngatain gue playboy," balas Arka tak mau kalah.
"Emang lo playboy kan? Nggak nyadar ya jadi cowok? Sok ganteng banget sih! Wajah pas-pasan aja belagu lo!" ejek Cherry tanpa takut.
"Ka, ini bakso lo gue cariin ternyata lo malah disini," ucap Nando yang baru saja datang menghampiri Arka, ia sedang membawa nampan berisi 3 mangkok bakso.
"Woy Nando! k*****t lo! Gue bilang suruh tungguin malah ditinggal," cerocos Raffa yang datang menyusul Nando dan Arka.
Seketika Raffa dan Nando tersadar, bahwa dihadapan nya kini ada 3 cewek cantik yang sedang berhadapan dengan Arka. Ralat maksudnya yang berhadapan hanya 1 cewek, dan 2 cewek lainnya hanya melihat dengan cengo.
"Ka, lo ngapain disini?" tanya Raffa sedikit bingung.
"Gue mau memperkenalkan diri gue sama cewek sok tau ini," ucap Arka dengan lagaknya yang pede tingkat dewa.
"Gue Arka Pradipta Adhitama." ucap Arka sambil mengulurkan tangan kanan nya, tetapi wajahnya tetap datar.
"Gue gak nanyak nama lo!" cetus Cherry dengan ketus.
Terkejut, itulah ekspresi yang diberikan oleh Raffa, Nando, Nesya, dan juga Salsa, mereka melongo tak percaya mendengar jawaban Cherry yang sangat berani berkata seperti itu pada Arka, yang notabene nya adalah anak baru dan belum ia kenal disini.
Arka mencoba menyembunyikan raut wajahnya dan mengubahnya menjadi biasa saja, didalam hatinya ia berkata.
Berani juga ni cewek.
"Oke, kalau lo gak pengen tau siapa nama gue. Gue pengen tau nama lo siapa?" tanya Arka pada Cherry, ia sudah menurunkan tangan kanannya yang tak terbalaskan itu.
Sebelum mendengar jawaban dari Cherry, Arka memperjelas pandangannya ke badge name yang ada disebelah kanan seragam putih Cherry.
Merasa badge nama nya sedang di perhatikan, Cherry langsung menata rambut nya ke depan agar badge name nya itu tertutupi.
"Apa lo liat-liat?! Udah sana lo pergi!" usir Cherry.
"Idih songong amat lo jadi cewek!" balas Arka dan langsung meninggalkan tempat yang bisa dibilang kandang macan itu.
"Wahhh, baru kali ini gue liat Abang Arka Adhitama di tolak mentah-mentah sama cewek," ejek Nando yang sedang memakan bakso nya, ia menahan tawanya.
"Apaan sih lo! Gue sumpel pake sendok rasain lo!" ancam Arka.
"Santai dong! Gue masih doyan bakso dari pada sendok!" balas Nando sambil tertawa.
"Ehh, tapi kalian emang gak tau nama itu cewek?" tanya Arka sambil melirik ke arah meja yang ditempati ketiga cewek tadi.
"Nggak, gue jarang kenal sama anak IPA. Ya lo tau sendiri lah, anak IPA itu rata-rata pada pinter-pinter. Dan gue takut kalau temenan sama mereka nanti pada iri," jawab Raffa sambil cengengesan.
"Gue penasaran sama tuh cewek," ucap Arka dengan senyum yang tidak dapat diartikan.
Ia merasakan sensasi yang berbeda dari cewek tadi, cewek itu bisa dibilang aneh. Jika kebanyakan cewek pada ngejar-ngejar Arka dan ingin berkenalan, cewek itu malah mengejeknya dan mengusirnya, dan itu malah membuat Arka menjadi penasaran dengannya.
****