Senja sudah berlalu sebelum kejadian pahit ini terjadi. Malam bertabur bintang, rembulan sudah memendarkan cahayanya ditemani oleh aurora yang mewarnai cakrawala. Indah, hangat, dan menenangkan, menjadi harapan setiap orang di setiap malam, tetapi hal yang dialami Tia kini sangat bertolak belakang dengan harapan itu. Harapannya pupus ditelan pengkhianatan. Kehangatan yang dirasakannya bersama pria itu sirna sudah, bahkan mungkin akan dingin sebeku es kembali. Entahlah, bagaimana besok, lusa dan ke depannya untuk harapan itu. Hanya sakitkah yang akan diterima oleh keduanya atau luka berujung bahagia yang akan dilewati oleh kedua sejoli itu. Menangis darah pun percuma, yang telah terjadi sudah terjadi, tidak akan bisa diubah lagi, mungkin saja bisa diperbaiki, tetapi dengan cara yang lain.

