47. Pengaruh besar

1904 Kata

"Gimana, Dew? Ada lagi yang kamu perluin?" tanya Monika pada Dewi, dari ambang pintu kamar Dea. Menyusul Bi Lani yang tampak mengantarkan beberapa mangkuk kecil dan sebuah wadah berukuran besar berisi air hangat ke dalam sana. "Tidak, Tante. Ini sudah cukup. Maaf, merepotkan. Seharusnya, tadi saya membawa sekalian peralatan dari salon." Monika mengibaskan satu tangannya. "Enggak ngerepotin kok, Dew. Cuma beberapa wadah aja, di sini juga banyak." Di atas ranjang, Dea memutar bola matanya. Berbalutkan sehelai kain tipis berwarna putih, gadis itu tampak tidur menelungkup. Membiarkan seorang asisten Dewi mengaplikasikan body oil pada seluruh kulit tubuhnya. "Ini harus banget ya Ma, aku diginiin?" sahut Dea, menggerutu. Antara mau dan tidak, gadis itu pun akhirnya menuruti perintah Monika u

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN