Teeet ...! Bunyi bel di apartemen Bima, seketika mengalihkan perhatian Dea yang tampak tengah memoleskan lotion pada permukaan kulit kedua tangan dan kakinya. Kening Dea lantas mengernyit tipis. Diletakkannya botol lotion itu pada tempatnya. Pada sebuah meja rias yang sebelumnya tak ada, dan sepertinya mendadak dipersiapkan oleh Bima, sebelum hari Pernikahan mereka berlangsung. Beranjak dari tempat duduknya, Dea yang masih berbalut kimono mandinya pun lantas melenggangkan kakinya pergi ke arah pintu. Siapa yang datang, pagi-pagi begini? Tak menunggu waktu lama, Dea pun akhirnya sampai di depan pintu. Dibukanya pintu unit itu, yang lantas menampilkan sesosok perempuan paruh baya yang tak asing lagi baginya. Bertha! "De ... Mama kangen ...!" seru Bertha yang lantas menubruk Dea dan memel

