"Kalian lagi ngapain, di sini?!" . . . Suasana hangat dan romantis itu seketika berubah menjadi canggung. Bima menarik dirinya. Ditariknya pula Dea untuk berdiri dengan benar, yang kemudian tampak memperbaiki penampilannya dengan tergesa. Lalu, sedetik kemudian .... Bertha terkekeh. "Aaah ...! Seharusnya, Mama emang nggak usah datang ke sini dulu, buat sementara waktu. Mama lupa! Kalian ini kan masih Pengantin baru! Pantesan buru-buru pengen pindah ke unit, nggak mau barengan dulu sama Mama!" tukas Bertha kemudian, lalu kembali menyemburkan kekeh gelinya. Memegang perut dan menutup mulutnya, dengan masing-masing satu tangannya. "Mama!" Dea mencebikkan bibirnya, kesal. "Ck, Mama mengganggu saja!" desis Bima, kemudian berlalu pergi. Melenggang masuk-melewati Ibunya, yang tampak berdir

