Ting! Tung! Bunyi bel di gerbang Kediaman Mananta, mengalihkan perhatian Udin dari layar ponselnya. Membuat pemuda itu berdiri, kemudian meraih seikat anak kunci yang tergantung pada tembok pos jaganya. "Pak Sukma! Mau taruhan enggak, kira-kira siapa yang dateng kali ini? Tukang kirim bunga, atau tukang kirim paket?" tanya Udin pada Sukmana, yang tampak duduk dan menekuk salah satu kakinya di atas sebuah kursi. "Taruhan bagaimana?" tanya Sukmana pada Udin, yang menurutnya hanya buang-buang waktu saja. "Taruhan, Pak Sukma! Pak Sukma pilih salah satu dong! Nanti kalau tebakannya bener, Udin beli'in soto madura deh, di depan gang!" Ting! Tung! Bel itu kembali berbunyi. Membuat Sukmana geleng-geleng kepala, menatap pemuda berusia dua puluh lima tahun itu. "Ck, enggak dua-duanya! Sudah, s

