Dug ...! Dugg ...! Duggg ...! Brakkk!?! "Bajìngan ...!" Pintu itu terdobrak lebar dengan amat keras. Menampakkan kedatangan Bima dan Vano yang lantas merangsek masuk ke dalam ruang tamu berukuran 3×4 meter itu. "Kau ...!" geram Bima seketika. Pria itu lalu menarik kasar punggung Nathan dalam satu kali sentakan. Membawa pria ber-hoodie hitam itu berdiri, lalu tanpa aba-aba melayangkan pukulannya dengan seketika. BUGGHHH! "Apa yang coba kau lakukan pada istriku?!?" desis Bima, sembari mencengkeram hoodie bagian depan Nathan dengan kedua tangannya. Mendekatkan pria itu pada dirinya. "Sudah kubilang padamu untuk tidak lagi mengganggunya, tidakkah kau mengerti?!?" desis Bima, murka. Nathan terkekeh kecil. "Aku hanya melakukan apa yang seharusnya kulakukan sejak dulu!" jawabnya sembar

