"Bimaaa ...?!?" .... Suara cempreng Dea, terdengar begitu memekakkan telinga pagi itu. Menyebabkan Bima seketika membekap mulutnya, demi meredam suaranya agar tak membangunkan seisi rumah. "Ssttt ...! Berhentilah berteriak, atau aku akan menciummu lagi, De!" peringat Bima. Demi Tuhan! Tidak lucu rasanya, dipergoki orang serumah di pagi buta akibat suara cempreng Dea, hanya karena ia mencuri ciuman darinya. Ck! "Kamu ngapain di sini, Bim?!?" tanya Dea, setelah berhasil memaksa menyingkirkan telapak tangan besar Bima yang tengah membekap mulutnya. "Tentu saja, untuk membangunkanmu!" balas Bima sembari menyidekapkan kedua tangannya di depan dadà, memandang Dea dari tempat ia duduk. "Ck! Ini hari minggu, Bim. Tidak bisakah kamu membiarkanku menikmati tidurku sebentar saja?!" sungut De

