"Kurasa, kamu sedang hamil, Dea." . . . Membutuhkan waktu beberapa detik lamanya, hingga Dea tersadar dari sihiran kalimat menyerupai mantra, yang baru saja Bima ucapkan padanya. Wanita itu membeku. Terpaku, untuk beberapa detik lamanya. Hingga ia benar-benar sanggup menguasai kembali dirinya, yang dengan serta merta membuatnya menarik kepala yang tengah bersandar nyaman, dari bahu kekar Bima. "A-aku hamil?!?" seru Dea, seketika. Dea lalu tampak terkekeh kecil. Meringis dengan gaya canggung, satu tangannya pun lantas terkibas di depan wajahnya. "Tt-tidak, Bim. Itu tidak mungkin! Mm-mana mungkin, secepat ini?! Kita baru melakukannya beberapa kali, bukan?!" seloroh Dea ringan, kemudian kembali meringis dengan canggung. Mengundang lirikan tajam Bima, yang seketika memandangnya dengan ra

