Asih baru saja akan masuk ke dalam mobil Mila. Ia sudah siap duduk dan mendaratkan pantatnya. Tapi suara nyaring Jarvis membuat gadis itu terhenyak dan langsung keluar. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan menemukan sosok tinggi itu tengah menatapnya dengan pandangan emosional. "Mau ke mana, huh?" serunya mendekat dengan tatapan tidak ramah. Bukannya kesal karena dimarahi, Asih malah menghambur ke pelukan Jarvis. Ia menekan wajahnya erat-erat ke dalam lingkaran lengan suaminya, lalu terisak lega di sana. "Kenapa lama sekali?"bisiknya pelan. Sambutan itu membuat Jarvis terpaku. Seketika niat awalnya untuk marah, sirna. Kehangatan tubuh Asih membuat otak panasnya mendadak dingin. "Baru juga dua hari, kamu sudah sebingung ini? Rasakan, siapa suruh mengusirku," seloroh Jarvis men

