Prita tidak punya sesuatu untuk dikatakan. Ia hanya diam meski sang Bibi membujuknya untuk minta maaf saja. Ia takut kalau nantinya hukumannya malah jauh lebih berat kalau mengakui kesalahannya. Toh, dalam rekaman cctv, ia hanya terlihat keluar bersama, tidak ada unsur paksaan. Jadi, ada kemungkinan kalau semua dilakukan untuk menggertaknya saja. Tak berselang lama, Asih dan Jarvis datang. Tapi karena sifatnya yang cukup temperamen, Jarvis dilarang menemui Prita. Keadaan bisa lebih kacau kalau ia sampai melakukan kekerasan. "Benar tidak masalah kalau ia dibiarkan masuk sendirian?" tanya Jarvis tidak setuju dengan keputusan semua orang. Asih juga dalam kondisi psikis tidak stabil. Pertemuan mereka sama sekali tidak ada gunanya. "Ya sudah, biar Ibu menemaninya. Kamu tetap di luar." Nyonya

