Asih terbangun dengan kepala yang luar biasa nyeri. Ia lalu menatap sekeliling, tapi hanya menemukan tirai putih rumah sakit. Samar-samar, ia mendengar obrolan di balik tirai yang mengurungnya itu. Tapi karena cukup jauh, Asih tidak bisa menyimaknya dengan baik. Apa yang terjadi padaku? Batin Asih melihat pergelangan tangannya yang ditanami jarum infus. Ingatan terakhirnya lumayan samar, tapi sepenuhnya sudah kembali. Dari kejadian pingsannya di hotel hingga seminggu terakhir yang dihabiskan seperti orang kehilangan jati diri. Kini semua itu diingat dengan begitu jelas, bahkan memalukan. Tiba-tiba saja, tirai di samping ranjang Asih disibak. Jarvis nampak berdiri di sana, memberi tatapan tidak percaya. "Sih?" lelaki berparas murung itu langsung menghampiri Asih, menggenggam tangan istr

