Seminggu setelah acara pemotretan itu, pihak Jarvis mengirim hasil cetakan undangan pertama ke rumah Paman Bagio. Tapi Asih sendiri sama sekali tidak tertarik. Di saat semua orang antusias untuk melihat, gadis itu malah berbalik pergi. Belakangan Asih jadi pemurung dan kadang, tidak fokus saat melakukan pekerjaan rumah. Tapi seburuk apapun keadaan sang keponakan, Paman Bagio tidak bisa mengubah keputusan yang telah mengikat dua keluarga. Apalagi ini adalah konsekuensi atas keputusan Asih sendiri di awal pertemuan. Kegelisahan sebelum pernikahan juga dialami keluarga Jarvis. Terutama Nyonya Carissa yang berulang kali mengutarakan ketidak yakinannya atas kemampuan Asih. Ia merasa suaminya terlalu gegabah dalam mengambil keputusan. Memang tidak bisa dipungkiri, hari di mana Asih datang, se

