Perjanjian pranikah yang diusulkan mendadak oleh Paman Bagio, ditolak mentah-mentah Pak Januar. Acara sudah akan dimulai dan tidak ada lagi yang perlu mereka diskusikan. Lamaran kemarin adalah kesepakatan akhir, tidak bisa diganggu gugat lagi. Jumlah besar uang mahar sudah lebih dari cukup untuk 'membeli' seorang istri yang patuh. Asih mencoba untuk tetap tegar. Meski hatinya perih dan terluka, ia harus menerima nasibnya sekarang. Akan percuma kalau harus membuang waktu lebih lama. Dari masalah ini saja, keluarga Jarvis sudah pasti akan memberinya nilai buruk, bahkan sebelum ia memasuki kehidupan rumah tangga. "Paman, aku baik-baik saja," bisik Asih menggegam buket bunga di tangannya kencang-kencang. Ia menunduk, berusaha menghindari tatapan mengintimidasi Nyonya Carissa. Calon ibu mert

