"Mas, mau apa?" tanya Cempaka panik. Cempaka menggeliat berusaha melepaskan diri, kedua telapak tangannya mendorong d**a Abimanyu yang sayangnya bukannya mundur dan melepaskan dirinya tetapi tetap bergeming dan semakin mengeratkan pelukan. "Sudah jelaskan jika di kamar mandi mau ngapain," jawab Abimanyu dengan raut wajah datarnya. "Tapi tadi kan Adek mau mandi, bukan Mas," tegas Cempaka seraya berusaha meredam gejolak hatinya yang menggila di dalam sana. Ia sudah merubah panggilan dirinya menjadi 'Adek' karena itu pinta Abimanyu dahulu dan ia masih jelas mengingatnya. "Dan sepertinya Mas tadi juga sudah bilang kita mandi bersama-sama bukan?" Suara Abimanyu seperti berbisik tetapi penuh dengan penekanan walaupun masih di katakan dengan menampilkan raut wajah datarnya tetapi Cempaka tahu

