DUA TUJUH

1170 Kata

Si bapake ini pasti becanda, iya pasti begitu. Perasaan masih galau, segalau-galaunya begini kok suruh kawin eh nikah. Kawin mah udah, keles. Cekit .... "Papi ih, jangan bercanda! Suruh-suruh begitu!?" Cempaka mencubit perut sang ayah dengan wajah cemberut. Tentu ia kesal bukan main, lagi khusuknya cemburu melihat bibir Abimanyu mendarat dengan sukses di punggung tangan Fronia malah disuruh rayu lagi. Kayak nggak tahu aja senyum Abimanyu itu pelit dengannya. Cempaka mendengkus lalu merasa kasihan dan tidak hati melihat sang ayah yang meringis dan mengusap bagian perut yang bekas dicubit Cempaka. "Benarkan Papi bilang. Lihat belum ada sehari saja dia udah dikelilingi banyak wanita montok-montok begitu bagaimana besok-besok. Kalau Papi jadi kamu nih, ya 'kan. Papi bakalan nikahin dia bes

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN