? Alee dan Demian baru aja mau naik ke atas motor saat mendengar suara gaduh dari koridor emper gedung. Seorang gadis di tarik untuk masuk ke sebuah ruangan. "Tolongin yuk," Alee narik tangan Demian. "Kita gak usah ikut campur deh, Lee." Demian menghentikan langkahnya. "Coba deh pikir, kalo itu aku, atau Kak Disha--" "Amit-amit, Lee!" potong Demian cepat. "Ya makanya, ayo!" Lalu keduanya mengendap ikut ke ruangan itu. Dua orang itu terdengar beradu mulut. Demian menajamkan pendengarannya, kayaknya dia hapal suara gadis itu. "Kak Disha?" "Hah? Serius?" Alee melotot. Demian duluan masuk dan benar saja, kakaknya itu tengah bertengkar dan hampir saja laki-laki itu melayangkan tangannya kalau Demian nggak menahannya. "Coba aja lo sentuh dia, gue kirim ke kuburan!" seru Demian. "De

