17-51

1268 Kata

"Maaf..." ucap Demian, begitu mereka berhadapan, di tatapnya lurus tepat di maniknya. Alee balas menggenggam tangan Demian, ibu jarinya mengusap punggung tangan cowok itu. Ya, Alee tahu maksud Ganjar dan Alee menyikapinya sebagai bentuk kekahawatiran seorang ayah pada anaknya. Wajar. "Demi, papamu khawatir. Itu aja. Aku gak apa-apa, santuylah. Kalo Bunda bereaksi kayak gitu mungkin Bunda syok aja. Ya benar, aku beruntung punya orang tua yang care, yang ugh, menurutku gak ada dua deh! Akunya aja yang b**o, yang gak tahu terima kasih, bisanya bikin mereka sedih mulu..." papar Alee. Demian menyentil dahi Alee sambil tertawa kecil. Lalu atensinya berpindah ke jemari Alee. Dia tersenyum, di sana ada dua cincin  tersemat. Satu cincin platina dan satunya lagi cincin emas yang bermata di sek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN