Dear my little brother... Pang, aku nggak bisa bilang apa-apa lagi selain maaf, tolong dan makasih. Maaf, karena semua nggak sesuai keinginan dan impian kamu. Yang aku yakini semua itu hanya imbas dari hukum adat keluarga. Tolong, lenyapkan perasaan itu. Hilangkan, endapkan, kalo bisa bunuh! Karena hal itu nggak sesuai dengan norma kepantasan di masyarakat kita. Pun agama yang kita anut. Tolong, yakinkan dirimu sendiri. Makasih, karena udah menyayangi Alee. Makasih udah menjadi figur yang diinginkan Alee. Dia selalu bermimpi ketemu papanya. Mas Norman. Tapi waktu nggak bisa berputar kembali. Aku masih berharap kamu jadi adik kesayangan Mas Norman. Jadilah Om Opang bagi Alee. Aku mohon. Sehat selalu. Atha Naufal mendengkus, melipat lagi surat itu dan memasukkannya ke dalam saku

