17-49

1286 Kata

"Love you," ucap Alee sambil membuka pintu. "Good luck babe!" seru Demian. Alee berjalan tergesa di koridor hendak menyusul teman-temannya. Namun saat melewati gang yang menuju belakang panggung, tangannya ditarik seseorang. Matanya terbelalak,"Om?!" Bibir itu mengulas senyuman,"Hai Lee, aku kangen..." Alee merasa jetlag, lidahnya kelu. Yang ia bisa lakukan cuma menatap sosok di hadapannya dengan raut kaget. Pikiran dan hatinya terus bertanya-tanya apa yang membuat Naufal kembali. Wajahnya kian mendekat, Alee bisa merasakan uaran napas Naufal. Alee! You can't! Matanya terpejam seolah menerima serbuan aksi yang akan Naufal lakukan. Saat bibir itu mendekat, Alee sontak mendorong Naufal. "Maaf, Om. Aku harus cepet manggung," katanya cepat. Naufal mengernyit,"Lee..." "Maaf, hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN