17-48

1143 Kata

☃️ Wajahnya pucat, rambut kusut masai. Tampak cekungan di kelopak matanya dan lingkaran hitam di sana. Entah berapa gelas gin tonic yang ia minum. Malam semakin dingin, tapi Naufal tak berani untuk memejam. Karena setiap ia memejam, setiap kali itu pula ia seolah merasakan hunjaman di perutnya. Katakanlah ia trauma. Ya, ia trauma. Setelah keluar dari rumah sakit, ia pulang ke apartemen dan menemukan tempat ia tinggal selama ini di Amsterdam, dalam keadaan berantakan. Gladys pun tak ia temukan di sana. Naufal lagi-lagi menyesap gin tonic-nya. Setiap hari ada Mas Asep yang mengurusnya. Membelikan makanan dan keperluan lainnya. Bahkan untuk mengurus beberapa hal di kantor, Naufal sudah nggak sanggup. Dia mengandalkan Bastian dan Mitch. Pintunya diketuk. Naufal menduga itu pastinya Bastian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN