"Serius?" Nazrael dan Azril melotot. Apalagi Uthe yang merasa tahunya belakangan. Cewek itu cemberut kesal pada Alee yang nggak mau berbagi rahasia. Alee merangkul sahabatnya itu. "Padahal gue mau kasih undangan manggung nih," cicit Uthe. "Eoh? Buat kapan?" Alee nyambar undangan itu. "Bukannya bilang dari tadi..." Alee membuka dan membacanya dengan cepat. "Jadwalnya gak salah?" "Salah gimana?" "Tanggalnya. Gak bisa dimundurin atau dimajuin gitu?" Uthe membaca lagi undangan itu. Dia terbelalak lalu meredup. "Ya udah, buka rejeki." "Ehh ... gak bisa! Kita harus manggung," kukuh Alee. "Apaan sih?" Nazrael mendekat. "Undangan manggung bertepatan dengan tanggal keramat Alee tunangan," jawab Uthe. "Wahh... Berasa dicelebrate-in gak sih itu?" komentar Azril. "Celebrate apa? Kal

