17-44

1053 Kata

"Jadi Om Gu itu beneran suruhannya Naufal?" tanya Alee. Nazrael menggendikkan kedua  bahunya. Matanya melirik ke arah dua orang yang sedang anteng ngobrol dan berdiskusi soal mobil di teras carport. "Siapa tahu nanti dia ngomong keceplosan sama Acil," gumam Nazrael. "Tapi gue yakin itu pasti dia. Tumben bener, ada maunya ini kalo dia baik-baikin lo, Lee." Nazrael mandangin Alee sekilas tapi gadis itu melengos sambil meletupkan permen karetnya. Nazrael terkikik,"Sok ngambek lo." "Jangan kompor deh lo, Na!" cetusnya. Lagi-lagi Nazrael tertawa. Cinta pertama nggak bisa dilupain, begitu kata orang dan jarang banget cinta pertama itu menjadi cinta  terakhirmu. Alias, nggak pernah jadi. Nyesek banget ya... Merasa diingetin, Alee jadi inget. Gimana kabar omnya itu di Amsterdam sana? Apa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN