17-45

1294 Kata

Angin menderu cukup kencang di telinganya dan nampar wajahnya  karena Demian terbiasa pakai helm, kali ini nggak, karena salah fokus. Saking fokusnya sama seorang cewek yang dirinduinya siang malam. Cewek yang bikin dia kepayahan nahan kecewa sekaligus kepayang karena pesona yang nggak ada matinya. Dia terus bertanya-tanya, apa selama ini dia cuma merasakan sendiri, cinta sendiri, hepi sendiri? "I'm loser..." gumamnya bersama  angin. Rahangnya gemeletuk, cekalannya pada stang motor mengerat. Demian teringat kegagalan orang tuanya. Lalu kini, dirinya dan Alee. Apa emang harus gagal? Apa hal terbaik adalah melepasnya? Prittt! Sialan! Demian terpaksa berhenti dan menepikan motornya dekat trotoar. "Siang, Mas." "Siang Pak. Ya udah saya salah, gak pake helm." Demian mengambil dompetn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN