17-58

1237 Kata

Pikiran Alee tengah mengembara. Di depannya sebuah pusara yang sebenarnya jarang ia kunjungi. Menatap nama yang terukir di sana. Nama papanya. Lalu sebuket mawar putih Alee letakkan di atasnya. "Pa, Alee  makin benci sama Oma Hellen. Perempuan itu masih aja keras kepala jadiin Acil bonekanya. Alee harus gimana? Kalo Alee terima tawaran Oma Hellen itu artinya sama aja Alee jilat ludah sendiri. Alee makin jelek di matanya, gak ada harga dirinya. Ogah," racaunya. Matanya mengerjap memfilter sinar matahari yang menyorotnya di hari menuju siang ini. "Alee sayang Papa," bisiknya mendekat ke arah nisan. "Gak pa-pa kan Alee kesini? Semoga nanti Alee ke sini lagi bahagia bukan kayak sekarang, galau." Lalu gadis itu berdoa, memohon pada Siempunya Hidup, untuk mengampuni segala dosa papanya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN