Demian menekuk wajahnya, bibirnya mengerucut. Jemarinya menarik-narik ujung rambut Alee. "Gue gak suka ya dijadiin bahan taruhan," cetusnya. "Lah, siapa yang taruhan? Dianya ngeyel, ngajakin tubir, berlagak kayak pembully, eh...ternyata pembully katrok, newbie. Ya udah gue ajak bersaing sportif. Pengen tau aja dia mau ngapain," sahut Alee. "Lagian seru tahuuuuu..." "Ck, serunya di mana?" Demian mendelik. "Ya itung-itung ngukur sayang lo sama gue segede apa," kikik Alee. Demian mencebik lalu nyubit pipi Alee. "Sakit, Demian Anjasmoro!" "Ikutan si Disha," ledeknya. "Abis, kakak lo oke." Demian mengacak rambut Alee, lalu merangkulnya, berjalan menuju tempat parkir. "Demian," Demian ngelepasin rangkulannya,"Eh, Rin? Ada apa?" Alee merhatiin mereka berdua. Itu yang namanya Ririn

