17-42

1737 Kata

⚠️ Sepeda yang hilir-mudik di sepanjang jalanan Leidsestraat, hanya dipandangi Naufal tanpa minat. Biasanya dia akan suka melihat interaksi anak-anak remaja yang baru pulang sekolah, yang sekadar mampir di toko buku. Entah membeli buku atau hanya membaca-baca seperti dirinya sambil menikmati secangkir kopi dan sepotong roti baggel. Keheningan itu terinterupsi dering ponselnya. "Ya?" Orang kepercayaannya, Ardi, yang sengaja Naufal tempatkan di perusahaan Bagus Rangin, tengah memberikan laporan hasil penelusuran, investigasi dan eksekusi terakhirnya. Naufal manggut-manggut. "Gimana keadaan Alee?" Kerutan di keningnya semakin merapat. Dia mendesah. "Cari orang untuk selalu melindungi Alee," tandasnya. Setelah itu Naufal kembali membaca buku. Lagi-lagi ponselnya berdering. Kali ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN