Devan berada di dalam kamarnya. Duduk bersandar di kursi kerjanya seraya memainkan pulpen di jari jemarinya. Senyuman terukir di wajahnya. Tat kala mengingat setiap kejadian yang ia alami dengan Keisha. Devan menekan salah satu tombol keyboard laptopnya. Foto Keisha terbingkai di sana. Dengan senyum di wajahnya yang menenangkan. Mereka tinggal dalam satu rumah. Namun anehnya Devan selalu merasa merindukannya. Seolah melihat Keisha itu sangat jarang ia lakukan. Devan meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja. Tombol 1 untuk panggilan cepat yang ia tunjukan pada Keisha. Namun, sambungan telepon itu tak kunjung terangkat. Dahi Devan mengerut, bertanya-tanya. Apa yang membuat Keisha tidak bisa mengangkat telepon darinya. Waktu sudah menunjukan pukul 10.15 tidak mungkin ia belum ba

