"Aku bingung harus jawab pertanyaan kamu ini dengan jawaban apa karena tadi Kamu sendiri yang bilang kalau kamu nggak akan percaya sama aku walaupun aku bilang Aku cuma pengen dekat sama anak aku. Iya, kan?" Saras hanya diam menatap kedua mata sendu Adam dengan tatapan tajamnya. "Nyonya Danar Vardamma punya waktu? Mungkin kita bisa ngobrol, tapi kayaknya ini bakalan lama," kata Adam lagi, Saras berdecih kecil mendengar apa yang laki-laki itu katakan. wanita itu lalu duduk di kursi taman yang tidak begitu jauh dari tempat Mereka berdiri sekarang. "Kamu pikir buat apa aku ngebiarin Balin pulang sendirian kalau bukan buat bikin kesempatan ngobrol sama kamu, untuk terakhir kalinya!" ucap Saras dengan begitu tegas pada laki-laki yang berjalan di belakangnya lalu duduk di kursi taman yang a

