Agustin yang tubuhnya masih di ambil alih oleh Alexa kini kembali berdiri di depan rumah keluarga Bryan. Matanya terlihat fokus menatap setiap sudut pagar dan tembok rumah tersebut guna mencari celah agar dia bisa masuk ke dalam tanpa harus terekam oleh CCTV yang terpasang di mana-mana. "Gue ngga bisa nunggu lagi. Dia udah gue kasih kebebasan selama belasan tahun dan sekarang waktunya dia nebus semua dosa-dosanya," batin Alexa. Eskpresinya datar begitu pula dengan tatapannya. "Siapa kamu? Kenapa kamu sejak tadi menatap rumah itu?" tanya seseorang yang tiba-tiba saja datang menghampirinya. "Sial! Gue ketauan!" rutuknya pelan. Rupanya tanpa dia sadari sejak tadi ada satu cctv yang merekam segala pergerakannya. Untung saat ini dia memaki topi dan masker serta kacamata. Jadi orang itu ti

