"Ini bukan tentang saya tapi tentang teman saya," ujar Bryan memulai cerita dengan kata-kata yang sangat pasaran. "Kok gue kayak ngga asing yah sama kata-kata itu?" batin Lucy. "Paham kan?" tanya Bryan. Lucy tersenyum, "Iya pak saya paham. Ini bukan tentang bapak melainkan teman bapak," jawabnya mengulangi perkataan Bryan. "Teman saya ini beberapa hari yang lalu tidak sengaja bertemu dengan seorang perempuan, dan setelah pertemuan itu, teman saya tidak bisa menghilangkan bayang-bayang si perempuan dari dalam fikirannya." "Dia belum pernah merasakan hal yang semacam ini sebelumnya. Dan kemarin, mereka tidak sengaja bertemu lagi." "Terus pak?" Lucy terdengar mulai tertarik dan penasaran. Karna jarang-jarang Bryan mau menceritakan kisah cintanya. "Setelah mereka bertemu kembali, teman

