48

1455 Kata

Tanpa terasa seminggu telah berlalu. Dan sejak hari itu. Bryan dan Agustin tidak pernah bertemu lagi. "Gus, pokoknya gue ngga mau tau lo harus ikut gue sama Leo jemput si Angkasa ke bandara," paksa David yang sejak tadi sudah berada di dalam ruangan kantor milik Bryan. "Ngga," lagi-lagi Bryan memberikan jawaban yang sama. "Ayolah Gus ..." mohon David lagi. Entah ini sudah yang ke berapa kali dia melakukannya. Bryan menghela nafasnya, dia mulai merasa jengah dengan tingkah David ini. "Vid, mendingan sekarang lo pergi deh. Gue punya banyak kerjaan," usirnya. "Ngga! Gue ngga bakalan mau pergi dari sini sebelum lo mau ikut sama gue dan Leo buat jemput Angkasa di bandara!" kekeuh David. "Pergi secara suka rela atau gue usir secara paksa?" "Bodoamat gue ngga denger!" David memalingkan w

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN