Sudah setengah jam berlalu dan Niko belum juga muncul di hadapan mereka. Teman-teman Firly yang tadinya merasa cemas karna Firly terlihat seyakin itu kini menjadi tenang. Perasaan yakin kalau mereka sebentar lagi akan mendapatkan uang 2 milyar semakin membesar di hati mereka. Bahkan 2 dari mereka saat ini sudah langsung memesan barang-barang yang mereka inginkan. "Kalian boleh senang sekarang, tapi kita liat aja siapa yang bakalan ketawa di akhir! Gue bakalan ubah senyuman kalian jadi tangisan karna kehilangan uang bulanan!" batin Firly menatap sinis mereka semua. Pertemanan mereka telah hancur dan itu semua gara-gara Niko. "Gue harus perbaikin riasan gue agar nanti Niko makin sayang sama gue," lanjutnya lagi seraya mengambil kaca dan perlengkapan make up dari dalam tas nya. Dengan p

