Agustin perlahan membuka matanya. Sudah hampir 5 jam dia tidak sadarkan diri. "Hei, kamu sudah bangun?" tanya David yang sejak tadi setia menemani dirinya. Agustin bangkit dari tidurnya dan mengambil posisi duduk kemudian menatap ke sekeliling ruangan, matanya berkaca-kaca dan wajahnya terlihat cemberut dan ketakutan. "V-Vero di mana om? I-ini bukan kamar Vero," tanyanya dengan nada bergetar. "Vero? Siapa itu?" sahut David dengan kening yang mengernyit. "O-om siapa?" tanya Agustin lagi. "Ini anak kenapa?" batin David. "Vero mau pulang om! Kata mama Vero, Vero ngga boleh main jauh-jauh apalagi sama orang yang Vero ngga kenal," nada suara Agustin semakin terdengar bergetar, bahkan mata yang tadinya berkaca-kaca kini mulai meneteskan air mata. David tentu menjadi panik dibuatnya. "Ka

