"Om, kok mamanya Vero belum juga dateng sih om?" tanya Agustin. David yang dipanggil sontak langsung menatapnya, wajahnya masih terlihat depresi dan tatapannya juga kosong. "Nak, emangnya mama kamu ngga pernah bilang ke kamu?" dia balik bertanya. "Bilang apa om?" "Jangan pernah ngomong sama orang asing apalagi sama orang yang mukanya ngga keliatan kayak orang baik-baik," sinisnya. Setelah mengatakannya dia langsung menghadap kembali ke arah depan. "Dasar rasis! Sejak kapan baik atau ngga nya seseorang dinilai dari wajah?! Yang penting tuh hatinya! Bukan wajahnya!" dumelnya dengan suara pelan. Agustin terlihat ingin menangis, matanya sudah penuh dengan air mata yang tertahan agar tidak jatuh ke pipinya. Bahkan dia juga masih menggigit bibir bagian dalamnya. "Vero pengen pulang, Vero

