"Apa maksud lo dengan nunjukin apa yang sangat ingin dia liat?! Lo ngga ngelakuin hal yang aneh-aneh kan ke dia?!" tanya Niko lagi. "Rahasia." "KASIH TAU GUE ALEXA, LO APAIN AGUS?!" suara Niko mulai meninggi. BUGH ...!!! Satu pukulan berhasil mendarat di wajah Niko. "Berisik lo yah! Gue tuh ngga budeg jadi ngga usah tinggiin suara lo!" bentak Alexa. Dia paling tidak suka diteriaki. Niko memegang pipinya yang mulai berdenyut. Pukulan Alexa sangat kencang sehingga rasanya sangat sakit. Bahkan saking kencangnya pukulan itu, pipi mulus nan putih Niko menjadi terlihat sedikit kebiru-biruan karna memar. "Waktu lo habis, udah 5 menit," lanjut Alexa, dan ... BRUGH ...!!! Setelah mengatakannya dia langsung memukul tengkuk Niko dengan sekencang mungkin agar laki-laki itu kehilangan kesadar

