"Pertanyaan selanjutnya, kenapa tadi pagi kamu pura-pura tidak mengenal saya?" Lanjut Bryan. Alexa mengernyitkan keningnya, "Tadi pagi? Kapan kita ketemu? Ngga usah halu deh om." "Halu? Jelas-jelas kita bertemu di sekolahan kamu. Bahkan saya juga bisa memberikan buktinya jika kamu menginginkan hal tersebut." Bryan terlihat sangat meyakinkan di mata Alexa. Bahkan saat dia menatap mata Bryan tidak sedikitpun dia menemukan kebohongan di sana. "Pasti orang yang tadi pagi dia temuin adalah Agustin, dan dengan bodohnya dia ngira kalo gue dan Agus adalah orang yang sama padahal kami jelas-jelas beda," Batin Alexa. Dia memang tidak pernah mau disama-samakan dengan Agustin, dan bahkan meskipun mereka berada di tubuh yang sama, dia selalu merasa kalau mereka benar-benar berbeda, entah itu dari

