"Lo di mana? Gue udah di rumah sakit sekarang," tanya David setelah sampai di rumah sakit. "Di ruang VIP yang waktu itu," jawab Bryan di sebrang sana. "Oke." Kali ini David yang lebih dulu memutuskan panggilan telfon mereka. Setelah memasukkan HP nya ke dalam kantong, dia dengan segera pergi berjalan dengan langkah yang terburu-buru menuju ke arah ruangan yang Bryan maksud. "Jadi, apa alasan yang lo punya sampe nyuruh gue dateng ke sini?!" tanyanya to the point dengan nafas yang ngos-ngosan setelah sampai di ruangan itu. "Gue bawa apa yang lo minta," terang Bryan, dia bergeser sedikit ke arah kanan agar David dapat melihat dengan fokus Agustin yang sedang terbaring tidak sadarkan diri di atas ranjang. Melihat hal itu mata David sontak terlihat berbinar, dia langsung berjalan mendeka

