Agustin membuka matanya. Putih, itulah warna yang pertama kali dia lihat. "Gue di mana?" batinnya. Kepalanya terasa sangat pusing. "Hei, kamu sudah sadar?" tanya David dengan nada bahagianya. "Saya di mana?" tanya Agustin menatap ke arahnya. "Kamu di rumah sakit." "Rumah sakit?" David mengangguk. "Oiya gimana kondisi kamu? Apa ada keluhan? Kayak pusing misalnya? Dan soal kaki kamu, keluhan apa yang kamu punya tentang itu? Kasih tau saya semuanya agar saya bisa memberi penanganan yang tepat," tanya David beruntun. Agustin memegang kepalanya yang terasa berdenyut seraya memejamkan mata, "Masalah apalagi ini? Kenapa gue bisa ada di rumah sakit?" batinnya. Seingatnya dia sedang bertemu dengan mamanya. "Apa yang tadi itu cuma mimpi?" batinnya lagi, sedikit ingatan tentang mimpi yang d

