"Lepasin!" dengan seluruh sisa tenaga yang ada Agustin menghentakkan tangannya dalam satu kali hentakan agar tangannya bisa terlepas dari genggaman Bryan. "Lo lagi! Lo lagi! Punya masalah apa sih lo om sama gue?! Berapa kali harus gue bilang kalo gue bukan orang yang lo cari! Dan kenapa gue bisa berakhir di sini?! Lo apain gue?!" deliknya tajam. Bryan yang tadi larut dalam lamunannya kini kembali ke kenyataan berkat suara cempreng Agustin. "Nama kamu siapa?" tanya Bryan mengabaikan segala protesan Agustin barusan. "Saya ngga mau ngasih tau," Agustin memalingkan wajahnya ke samping. "Alexa atau Agustin?" tanya Bryan lagi. "Gue harus jawab apa?!" batinnya. "A-Alexa," bohong Agustin. "Alexa?" beo Bryan. "Iya! Udah puas kan?! Kalo udah biarin gue pergi dari sini!" "Terus kenapa kamu

