“Will you be mine?” Waktu seperti berhenti beberapa detik. Sisil berkedip. Sekali. Dua kali. Namun, belum ada satu patah pun kata terucap. Otaknya seolah terlambat memproses kalimat barusan. “...Apa?” Lucas tidak mengulang pertanyaannya. Ia hanya tetap menggenggam tangan Sisil di atas meja. Genggaman itu terasa hangat dan kuat seolah sudah memutuskan sesuatu jauh sebelum malam ini. Sisil menatap tangannya yang digenggam lalu menatap Lucas lagi. “Om… ini… pertanyaan serius?” Lucas menjawab tanpa ragu. “Serius.” Sisil langsung tertawa kecil. Bukan karena lucu. Lebih karena gugup. “Om… kita bahkan belum pacaran.” Lucas mengangguk pelan. “Benar.” “Terus langsung… mine?” Lucas terlihat sama sekali tidak merasa itu aneh. “Efisien.” Sisil menutup wajahnya dengan tangan yang be

