Mobil hitam itu melaju pelan meninggalkan gang kontrakan. Lampu jalan berderet seperti garis kuning panjang yang bergerak di kaca depan mobil. Di dalam mobil suasananya cukup tenang. Sisil duduk di kursi penumpang sambil memainkan ujung sabuk pengamannya. Ia beberapa kali melirik Lucas yang sedang fokus menyetir. Entah kenapa suasana malam ini terasa sedikit berbeda. Tidak canggung… tapi juga tidak sepenuhnya santai. Sisil akhirnya berkata pelan. “Om.” Lucas tidak menoleh, tapi menjawab. “Ya?” “Om benar-benar datang cuma buat ngajak makan?” Lucas menjawab tanpa ragu. “Ya.” Sisil menatapnya curiga. “Bukan karena ada niat lain kan?” Lucas sedikit tersenyum. “Juga traktir temanmu makan.” Sisil tertawa kecil. “Dia mungkin cuma bercanda soal kompensasi, lho.” Lucas hanya mengang

