Lucas tidak langsung tidur malam itu. Setelah meninggalkan Kristian di ruang keluarga, ia naik ke lantai tiga mansion itu menuju ruang kerjanya. Ruangan itu besar, rapi, dan terlalu sunyi. Lampu meja menyala lembut di sudut ruangan. Rak buku penuh laporan medis dan jurnal penelitian. Di dinding tergantung beberapa sertifikat dokter yang jarang sekali ia perhatikan lagi. Lucas membuka laci meja kerjanya. Gerakan itu hampir seperti kebiasaan lama. Ia tidak perlu mencari lama. Di dalamnya ada sebuah benda kecil yang selalu ia simpan selama bertahun-tahun. Sapu tangan putih. Kainnya sederhana. Tidak mahal. Namun ada istimewa di sana, insial S.M. Lucas selalu menyimpannya dan menjadikannya sebagai sebuah harta Karun. Karena baginya, itu adalah saksi dan tanda bagaimana perasaan yang t

