Pagi di kantor selalu sibuk. Printer berbunyi tanpa henti, keyboard berdetak seperti hujan kecil, dan beberapa karyawan sudah mulai mengeluh soal laporan bulanan bahkan sebelum jam sepuluh. Bau kopi masih tipis menguar di udara, bercampur aroma kertas baru dan parfum ringan dari beberapa rekan yang sudah lebih dulu tiba. Sisil duduk di mejanya sambil menatap layar laptop. Spreadsheet angka di depannya sebenarnya tidak terlalu sulit. Rumus-rumus sederhana yang sudah ia hafal, namun pikirannya sedikit melayang. Tangan kanannya terus bergerak menekan tombol, tapi matanya melirik ke jendela yang menghadap parkiran. Tadi pagi Lucas mengantarnya lagi. Seperti biasa. Padahal, dia juga sibuk, tapi pria itu selalu menyempatkan waktu untukny. Sisil sih senang saja, apalagi mereka berciuman dengan

