Bab 33 Korban Situasi

1015 Kata

Jam kantor akhirnya selesai. Suara kursi didorong mundur mulai terdengar di seluruh ruangan. Beberapa karyawan sudah merapikan meja, sebagian lagi langsung bergegas pulang. Sisil menutup laptopnya dengan lega. “Finally.” Dhea langsung berdiri di belakangnya sambil meregangkan tangan. “Gue lapar.” “Baru juga makan siang.” “Itu udah lewat berabad-abad.” Dhea beralasan. "Energinya udah habis buat angka-angka." "Bisa aja Lo." Sisil tertawa kecil sambil memasukkan dokumen ke dalam tas. “Kita makan malam di warung depan aja.” “Gas.” Dhea menyahut dengan semangat. Jujur, perutnya udah keroncongan. Mereka hampir berdiri bersamaan ketika sebuah suara terdengar dari belakang. “Sisil.” Dhea langsung menegang. Suara horor itu bikin dia keringat dingin, takut disuruh lembur. Sisil meno

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN