Malam harinya. Suasana sebuah restoran yang terletak di utara Resort, begitu tenang dan damai. Orang orang tampak menikmati hidangan yang pihak restoran siapkan dengan menu khas laut yang menjadi primadona di sini. Selain makanannya memang lezat, mungkin tempatnya juga teramat nyaman sampai membuat orang tidak tahan untuk memesan wine, bir, atau sampanye mahal yang selalu menjadi konsumsi di saat saat seperti ini. Duduk dengan anggun di balik meja, Starla tampak menjadi satu satunya orang yang tidak menikmati suasana meski wine merah dengan gelas berbentuk lonceng berada dalam genggaman. Terjepit di antara jari telunjuk dan jari tengah dengan gaya arogan yang tidak sesuai dengan pekerjaannya saat ini sebagai Sekretaris karena itu di rasa terlalu berlebihan. Namun, sayangnya.. dia datan

