Aero bungkam dengan bahasa diam. Ada semacam perasaan aneh yang menggerayangi hati. Antara tidak percaya dan tidak mengerti, membentuk suatu kesatuan yang membuat Aero tidak bisa berkata kata. Aero tidak kehabisan kata. Justru karena terlalu banyak kata sampai membuat dirinya tidak tau harus memulai, harus bertanya, atau harus berbicara dari mana dulu. Ada banyak hal yang ingin Aero tanyakan pada sosok wanita yang sekarang termangu di hadapannya. "Maaf, Pak. Ini sudah jam delapan lebih, anda akan terlambat kalau tidak bergerak sekarang." Starla mengingatkan dengan bahasa sopan. Perkataan Starla ini cukup lancang untuk ukuran seorang bawahan. Namun Starla tidak peduli. Dia lelah terus berdiri tanpa kepastian. Di gantung seperti jemuran. Hendak pergi keluar, Aero melarang, sedang di dala

