08: Ical sensi

876 Kata
Chapter 08: Ical sensi   Ga kerasa, bel pulang udah berbunyi saja. Ical yang memang kelasnya kosong karena enggak ada guru langsung pergi ke kelas Hana, meminta penjelasan atas kejadian tadi pagi di warung uduk bi Inem.   Biasanya Ical akan pergi ke kelas Imma dulu—kelas Ical ada di atas ke kelas Imma—sebelum ke kelas Hana. Tapi karena dia masih enggak ngerti kenapa tiba-tiba ada cowok dari Korea yang namanya malah kaya nama orang luar, jadi Ical pergi ke kelas Hana duluan.   Namun, "Hana enggak ada di kelas. Dari pas udah jam istirahat kedua disuruh ke ruang guru sama Joel," kata Aldi ketika ditanyai Hana dimana. "tasnya aja udah diambil."   Mendengar itu Ical langsung berlari ke ruang guru, entah kenapa hatinya agak cemas terhadap Hana.   Padahal pas sampai disana Hana enggak apa-apa, malah lagi asik baca webtoon didepan ruang guru. Joel mungkin ada di dalam.   Yah ini kesempatan bagus buat ngomong pikir Ical. "Han, sini, urang mau ngomong sesuatu."   "Itu udah ngomong," balas Hana dingin, tatapannya masih ke hpnya. Ical yang geram langsung mengambil hp Hana.   Hana spontan melotot. "Mau lo apa anjirt?" tanyanya kesel. Siapa juga yang yang ga kesel kalo diganggu pas lagi diem-diem aja?   Ical juga kesel lah kalo ditanggapinnya cuman gitu, akhirnya buat narik perhatian Hana ya ambil aja hpnya. Ical menarik tangan Hana. "Ikut," paksanya.   Hana inginnya sih melawan. Tapi gimana ya? Dibilangin tenaganya kecil buat ngelawan. Akhirnya dia ketarik juga sama Ical. Ical membawanya ke dekat perpustakaan. "Jauhin Joel," katanya tanpa basa basi lagi. "gue ga suka sama dia."   "Iya lah, lu kan bukan homo. Jadi wajar ga suka sama dia juga," balas Hana dengan tatapan datarnya. "balikin hp gue."   "Bukan gitu Hanaa," Ical mengacak-acak ramburnya frustasi. Dosa ga sih ngatain temennya b**o? Tapi Hana enggak b**o sih, buktinya nilai dia bagus terus. Ical lalu berkata kembali, "gue enggak suka sama dia. Bukan gara-gara dia cowok, emang ga suka aja. Dan gue minta lu jauhin dia."   "Tadi pagi gue bilang apa? Dia serumah sama gue, gimana caranya gue ngejauhin dia b**o?" tanya Hana bingung. Toh emang fakta sih. Hana enggak bisa ngejauhin Joel. Udah serumah, sekelas, sebangku pula! "lagian kenapa gue musti ngejauhin Joel? Lu cemburu?"   "Kaga lah!" bantah Ical, lalu menatap Hana tajam. "pokoknya jauhin Joel gue ga mau tau! Kalo lu ga jauhin Joel, gue berhenti jadi sahabat lu."   Hana membulatkan matanya, kaget dengan yang di ucapkan Ical. Apalagi Ical langsung pergi gitu aja. Walaupun yah gaje sih kegolongnya, tapi Ical itu keliatanya serius. "Dia kenapa sih? Datang bulan ya?" Hana enggak ngerti sama sobatnya itu.   Joel agak bingung sebenarnya apa yang terjadi dengan Hana sampai wajahnya 11 12 dengan baju orang pinggiran, lusuh banget. Belum lagi Hana dan Imma sekarang sedang membicarakan Ical dengan bahasa campuran.   "Jadi kalau enggak ngejauh, dia bakal ngejauhin kamu gitu?" tanya Imma bingung. Hana cuman menganggukkan kepalanya lalu memakan kembali makanan yang dia beli di warung padang ini.   Joel cuman menyimak saja, enggak berani ikut nimbung. Dia pikir, ada kalanya diam lebih baik ketimbang banyak bicara tapi kosong. Walaupun yah sebenarnya dia sudah berjanji enggak akan pendiam lagi, yah minimal didepan Hana mah jangan.   Cuman gimana ya, keadaannya begini. Kalau ikut campur pun takutnya memperkeruh masalah. Walaupun enggak disebutkan secara langsung, Joel yakin masalah ini disebabkan oleh dia juga. Joel peka kok tatapan Ical tadi pagi gimana.   "Yah gitu, kalo pun beneran pang bilangin lah, jangan kaya bocah amat gitu," ucap Hana ditertai hembusan nafas. "mikir pake otak lah jangan asal jeplak mulu lah dia tuh. Dia tuh lebih tua, masa ga dewasa juga?"   "Lebih tiga menit doang, Han" Imma mengingatkan. "pasti ada alasannya Han kenapa dia bilang gitu."   "Apa? Dia sirik?" tanya Hana setengah ketawa. "ini baru pertama kali ketemu langsung dan bilang gitu."   "Cemburu kali," celetuk Imma asal.   Hana ketawa hmbar, ga percaya dia. Oh ayo lah, enggak mungkin Ical cemburu sama Joel. Hana tahu Ical suka sama siapa, dan itu bukan dia. Jadi enggak mungkin cemburu, tapi kalo sirik sih  bisa jadi iya. Sirik karena kalah ganteng.   Di angkatan Hana, cowok pribumi yang famous bahkan melebihi siswa campuran itu cuman Ical, dari penjuru kantin sampai penjuru jamban enggak ada orang yang enggak kenal Ical. Dan hampir semua perempuan di angkatannya udah pernah kena gombalan Ical, apalagi yang sekelas, kenyang itu mah dialusin mulu.   Karena dia banyak fansnya, makannya dengan pedenya Ical mendeklarasikan kalau dia itu ganteng. Padahal yah masih banyak yang lebih ganteng dari dia, doinya Hana contohnya Gabriel, anak basket yang juga mempunyai suara yang merdu, mirip-mirip Shawn lah.   "Kalo sirik mah gue yakin," ucap Hana sembari mengangguk serius. "tapi ga tau deh. Ntar pang tanyain lah. Kalo misalnya dia beneran marah tolong rada sleding kepalanya. Diliatin mulu mah ntarnya ke ge'eran."   Imma mengangguk saja. "Iya serah deh. Tapi pake embel-embel: kata Hana ya."   "Thanks ya maneh emamg bestai terdakjal," kata Hana dengan senyum tak iklasnya.   Imma lalu melirik Joel yang daritadi memperhatikan tapi enggak bicara. "Joel kenapa diem aja?"   "Aku enggak ngerti kalian ngomong apa sumpah."   Hana sweardrop, Capek juga ya ternyata ngehadapin Joel. "Pengen dosa tapi takut nampol." Mana kalo ada apa-apa Hana yang repot kaya tadi. Joel yang ngerjaib tes sambil ngelengkapin data, Hana jadi harus nungguin dia sampe kelar.   "KEBOLAK WOY!" Imma ngejitak kepala sahabatnya, semoga Hana enggak ngedadak b**o lah. ...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN